Langsung ke konten utama

MANUSIA DI DUNIA FANA

butiran butiran pasir
basah tertimpa hujan
lambat laut tersisir
oleh tangisan-tangisan
tangisan hujan yang mendesir

sebutir pasir tak berguna
bahkan terlupakan dan ditinggalkan
tak terlihat oleh mata
tak ada yang menghiraukan
hanya bisa bikin petaka

manusia hanyalah butir pasir
yang selalu tersingkir
terlupakan oleh manusia lainnya
inilah peroses rimba
di alam moderen bimi kita

manusia hanya makhluk lemah saja
bagaikan kerak kopi
yang tak ada gunanya
mungkin pantas mati
dan di telan isi perut bumi

seperti diri ini yang selalu dilupakan
tak akan pernah ada yang menghiraukan
bahkan mencari
sekali di cari hanya di caci maki
dan di tendang seperti hewan mati

kerak kopi memang tak ada gunanya
hanya sebagai ampas saja
dan penyegar rokok yang di oleskan
dibuang dan dilupakan
seperti diriku saja

iya aku hanya butir pasir
aku hanya ampas kopi
aku layak dapat ini
layak mati di telan bumi
hilang di dunia ini

di dunia rimba
dunia yang haus segalanya
dunia yang foya-foya
dunia khayalan saja
dan di dunia yang fana


Rizal Sang Rimbawan asal Rahwana, Banyumas, 06 Desember 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Monolog pertamaku (Legenda Candi Prambana)

    Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging. sang raja mempunyai seorang putera bernama Bandung. Bandung adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Bandung suka berguru kepada para pertapa sakti. Di Prambanan terdapat sebuah kerajaan, Rajanya bernama Raja Boko. sang raja mempunyai seorang puteri berwajah cantik bernama Roro Jongrang. Raja Boko bertubuh tingggi besar sehingga sebagian besar orang menganggapnya sebagai keturunan raksasa. Antara Kerajaan pengging dan Kerajaan Prambanan terjadi peperangan. Pada mulanya Raja pengging kalah. tentara Pengging banyak yang mati di medan perang. Mendengar kekalahan pasukan ayahnya maka Bandung bertekad menyusul pasukan ayahnya. dalam perjalanan, di tengah hutan, Bandung Bertapa dan mendapat bisikan gaip semua apa yang di inginkan akan di kabulkannya. Bandung meminta agar para pasukan JIN ...

SEPI

Sepi aku rasakan dalam keramean Kosong didalam relung kehidupan Hening dan sunyinya kehampaan Kehidupan monoton luka putus asa Aku tak tau mau kemana Bingung melangkah maju kedepan Takut mengambil pilihan Takut semua kejadian terulang Kakiku kaku berjalan Aku Tak tau tujuan Aku butuh tempat bernaung Untuk menyambung kehidupan Kemana lagi aku harus melangkah Aku hanya butuh tempat berteduh saja Tempat bernaung dari gelap dan sunyinya malam Dalam kekosongan yang ku rasa Dingin menusukku Nikotin seakan menggerogotiku Kation-kation perusak tubuhku Di dalam hati yang membisu Kesuniyan Kegelapan Kesedihan Dalam Kesedirian Bantu aku mencari Mencari tempat berlindung Mencari tempat bernaung Rizal Sang Rimbawan, Purwokerto, 03 Maret 2014

LELAKI

Aku hanyalah lelaki biasa aku bukanlah dewa aku bukanlah tuhan yang dapat mengabulkan permintaan aku memang tak sempurna tetapi aku berusaha menjadi seperti yang kau inginkan menjadi pahlawan yang selalu tertekan dilam aroma kopi hitam kau selalu meminta lebih tapi aku tak bisa memberi karna aku mulai menitih keringat yang mengucur di pagi hari untuk sesuap nasi kau memintaku sempurna tapi aku tak bisa aku hanya bisa berusaha menjadi kepala kluaraga untuk dirimu cinta Rizal Sang Rimbawan, Purwokerto, 20 Februarai 2015