Langsung ke konten utama

Bidadari Keluarga (IBU)

Biji Kecil akan menjadi tunas
halus rapuh lembut seperti kapas
dilindungi bidadari dunia
dari tangan lembut kluarga
pemberi pupuk-pupuk kasih sayang
pohon-pohon kehidupan
selalu berada di sampingmu
memberi keindahan
di setiap awal langkahmu
di setiap kasih sayang seorang bidadari dunia
bidadari selalu ada disaat susah dan sedih
di tengah luka yang perih
di tengah senang dan bahagia
di saat kita takut dan tertawa
di saat kita butuh dia
bidadari keluarga
kasih sayangmu tak akan terlupa
meski ragamu tiada
tapi kasih sayangmu selalu ada
selalu menemaniku dalam kesusahan
inilah keluarga
inilah cinta
inilah kasih sayang
bidadari keluaraga
seorang ibu yang kucinta
Purwokerto, 5 MEI 2014
Rizal Sang Rimbawan asal Rahwana
puisi ini aq persebahkan untuki seorang ibu yang baru saja melahirkan seorang anaknya dan seorang kluarga yang baru memiliki seorang anak yaitu Oscar Sagara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Monolog pertamaku (Legenda Candi Prambana)

    Zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Pengging. sang raja mempunyai seorang putera bernama Bandung. Bandung adalah seorang pemuda perkasa, seperti halnya sang ayah, ia juga mempunyai berbagai ilmu kesaktian yang tinggi. bahkan konon kesaktiannya lebih tinggi dari ayahnya karena Bandung suka berguru kepada para pertapa sakti. Di Prambanan terdapat sebuah kerajaan, Rajanya bernama Raja Boko. sang raja mempunyai seorang puteri berwajah cantik bernama Roro Jongrang. Raja Boko bertubuh tingggi besar sehingga sebagian besar orang menganggapnya sebagai keturunan raksasa. Antara Kerajaan pengging dan Kerajaan Prambanan terjadi peperangan. Pada mulanya Raja pengging kalah. tentara Pengging banyak yang mati di medan perang. Mendengar kekalahan pasukan ayahnya maka Bandung bertekad menyusul pasukan ayahnya. dalam perjalanan, di tengah hutan, Bandung Bertapa dan mendapat bisikan gaip semua apa yang di inginkan akan di kabulkannya. Bandung meminta agar para pasukan JIN ...

SEPI

Sepi aku rasakan dalam keramean Kosong didalam relung kehidupan Hening dan sunyinya kehampaan Kehidupan monoton luka putus asa Aku tak tau mau kemana Bingung melangkah maju kedepan Takut mengambil pilihan Takut semua kejadian terulang Kakiku kaku berjalan Aku Tak tau tujuan Aku butuh tempat bernaung Untuk menyambung kehidupan Kemana lagi aku harus melangkah Aku hanya butuh tempat berteduh saja Tempat bernaung dari gelap dan sunyinya malam Dalam kekosongan yang ku rasa Dingin menusukku Nikotin seakan menggerogotiku Kation-kation perusak tubuhku Di dalam hati yang membisu Kesuniyan Kegelapan Kesedihan Dalam Kesedirian Bantu aku mencari Mencari tempat berlindung Mencari tempat bernaung Rizal Sang Rimbawan, Purwokerto, 03 Maret 2014

LELAKI

Aku hanyalah lelaki biasa aku bukanlah dewa aku bukanlah tuhan yang dapat mengabulkan permintaan aku memang tak sempurna tetapi aku berusaha menjadi seperti yang kau inginkan menjadi pahlawan yang selalu tertekan dilam aroma kopi hitam kau selalu meminta lebih tapi aku tak bisa memberi karna aku mulai menitih keringat yang mengucur di pagi hari untuk sesuap nasi kau memintaku sempurna tapi aku tak bisa aku hanya bisa berusaha menjadi kepala kluaraga untuk dirimu cinta Rizal Sang Rimbawan, Purwokerto, 20 Februarai 2015